ukuran_sukses_gustavauliacourse_com

Bridge-to-heavenUkuran sukses | Impian ini sejak lama saya canangkan dalam hati. Sejak muda ingin bebas finansial. Tidak perlu ngotot tiap hari menumpuk uang. Tapi seluruh kebutuhan selalu bisa dipenuhi.

Tapi siapalah saya. Hanya orang biasa yang hadir di dunia ini ditengah keluarga sederhana. Disaat anak-anak lain diantar mobil ke sekolah, saya naik becak ditemani uwak (kakak dari ibu).

Ibu saya justru bekerja di jakarta. Pulang menemui saya di Sumedang sebulan sekali. Setiap ibu kembali ke Jakarta, hampir selalu saya menangis terisak. Rindu.

Saat kuliah di jurusan IT, saya pun tidak punya komputer sendiri untuk belajar di rumah atau mengerjakan tugas yang kebanyakan membutuhkan komputer. Wajar, karena itu barang mahal. Tapi tentu itu bukan alasan mengapa nilai saya pas-pasan. Hehehe. Memang pada dasarnya saya bukan anak pintar.

Kembali soal sukses. Sebagian orang menilai saya telah meraih sukses. Padahal saya pribadi sama sekali tidak merasa. Ukuran sukses memang berbeda. Pandangan orang tentang kesuksesan pun berbeda. Nilai sukses juga dirasakan berbeda tiap orang.

Agar tak terus menerus risau, saya pun berpulang pada nilai sukses sesungguhnya… Sukses sesuai penilaian Sang Maha Kuasa :)

Gustav Aulia

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS [49] al-Hujurat: 13).

Leave a reply

CommentLuv badge